Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Tidak menyangka Shella dan Luvita masuk 4 besar MasterChef Indonesia Season 4 (2015)

Gambar
Shella MasterChef 2015 Luvita MasterChef 2015 Babak 5 Besar MasterChef Indonesia Season 4 (2015) baru saja berakhir dan menyisakan 4 peserta lagi yaitu: 1. Deny (Jakarta) 2. Shella (Surabaya) 3. Luvita (Jakarta) 4. Yulia (Pangandaran) Di Babak 5 besar, peserta dari Bangka Belitung, Axhiang akhirnya tersingkir setelah gagal menduplikasi dessert Perancis. Deny membuktikan emang jagonya desert, Yulia menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan sejak kembali dari Black Team dan berkompetisi kembali di Babak 10 besar. Yang sangat tidak saya duga adalah lolosnya Shella dan Luvita yang menurut saya sering mendapat komentar jelek dan tidak konsisten. Kadang bagus kadang jelek sekali, namun mereka berdua ibaratnya selalu lolos dari lobang jarum. Memang sekitar 3 babak terakhir ini mereka selalu tampil baik, khususnya Shella yang menang di babak 6 besar. Apapun itu, selamat kepada peseta 4 besar dan selamat berkompetisi!

Prediksi Juara MasterChef Indonesia Season 4 (2015)

Gambar
Deny MasterChef Saya mulai mengikuti MasterChef Indonesia Season 4 pada saat kompetisi sudah memasuki 12 besar. Sejak saat itu saya melihat Deny Gumilang, wirausahawan asal Jakarta berusia 35 tahun selalu tampil baik. Sampai dengan 5 besar ini, baru satu atau dua kali saya melihat Deny masuk elimination test. Saya memprediksikan dia akan menjadi juara pada season 4 ini. Selamat berjuang Om Deny! Peserta 5 Besar MasterChef Indonesia Season 4: 1. Deny (Jakarta) 2. Shella (Surabaya) 3. Luvita (Jakarta) 4. Yulia (Pangandaran) 5. Axhiang (Bangka Belitung)

Salut Yulia MasterChef Indonesia Season 4

Gambar
Yulia MasterChef 2015 Salut kepada Yulia Baltschun atau yang kita kenal dengan nama Yulia MasterChef Indonesia Season 4 (2015), mahasiswi asal Pangandaran Jawa Barat yang sampai hari ini berada di babak 5 besar. Datang dari Black Team setelah sempat tereliminasi pada 18 Juli 2015. Di babak 10 Besar yang berlangsung tanggal 9 Agustus 2015, Yulia berhasil mengambil posisi Tere dan kemudian membuktikan kemampuannya hingga sampai 5 besar sekarang ini. Perkembangan Yulia sejak kembali dari Black Team sangat luar biasa, tidak salah bila kedua juri memasukkan kembali dirinya ke dalam kompetisi. Salut buat kamu Yulia, semoga kamu bisa seperti atau bahkan melebihi Opik MasterChef Indonesia Season 2 (2012) yang juga coming from Black Team dan menjadi juara 2. Peserta 5 Besar MasterChef Indonesia Season 4: 1. Deny (Jakarta) 2. Shella (Surabaya) 3. Luvita (Jakarta) 4. Yulia (Pangandaran) 5. Axhiang (Bangka Belitung)

Belajar Gitar Jilid 3

Sabtu, 29 Agustus 2015 sebagai titik awal ketiga kalinya aku belajar gitar lagi dengan serius. Setelah sebelumnya pada tahun 1997 dan kedua pada akhir tahun 2006 saat aku kursus di Yamaha Music School selama 3 bulan. Pada jilid 2, aku hanya bertahan selama 3 bulan karena masalah jarak, karena waktu itu aku sudah bekerja di Bulukumba dan setiap minggunya aku harus menempuh jarak 150 km untuk ke Makassar. Aku juga merasa bahwa kursus kali itu tidak efisien karena hanya berlangsung selama 30 menit/minggu dan diawali dengan membaca not balok. Mungkin jika belajar sejak usia dini akan mudah untuk memahaminya. Belum lagi dengan biaya kursus yang mahal untuk nilai uang pada saat itu dibandingkan dengan waktu pertemuan. Jika aku teruskan mungkin akan membutuhkan biaya yang besar dan waktu lama bagiku untuk bisa mahir, mungkin 3-4 tahun baru aku bisa mahir karena waktuku akan tersita dengan pelajaran membaca not balok. Aku memutuskan untuk keluar karena berpikir aku sebaiknya b...

Kembali ke Kamaru Setelah 8 Tahun

Gambar
2 hari setelah pernikahan, kami mengadakan perjalanan ke Kamaru. Karena banyaknya yang ikut, maka kami menggunakan 2 mobil avanza. Kami tu ada 18 orang, tapi yang 2 nya memang tinggalnya di sana, dia ke Bau-Bau untuk bantu-bantu di acara pernikahan, jadi kami ke sana sekalian ngantar dia pulang. Sejak kemarin sih, kami berniat bermalam di sana agar lebih santai. Sebagian juga ada yang mempersiapkan perlengkapan untuk nginap. Tapi sayang, ada orang yang tak diharapkan ikut, dia memang tipenya perusak acara. Gak suka jalan-jalan tapi mau ikut juga, akhirnya gak jadi nginap. Dari awal sudah saya duga, kalau dia ikut, rombongan bakal gak jadi nginap, dan akhirnya terbukti benar. Akhirnya hari ini saya nyetir 200 km dalam tempo 12 jam. Bawaannya mau santai nikmati alam pedesaan akhirnya jadi capek di jalan. Kamaru ada di Kecamatan Lasalimu, jaraknya 90 km dari Kota Bau-Bau. Waktu saya masih kecil dulu, masa-masa belum sekolah sampai SD, saya dan saudara-saudaraku sering dibawa...

Baru Mengerti Arti Ijab Kabul

Baru pada hari ini saya benar-benar mencermati kalimat yang diucapkan saat  prosesi ijab kabul. Biasanya saat menghadiri ataupun hanya melihat tayangan sinetron di tv, kalimat tersebut hanya lewat seperti angin lalu. Saya terdiam sejenak mencermati kalimat akad ijab yang diucapkan ayahku saat menikahkan adik bungsuku yang seorang wanita. Saat itu tiba-tiba suasanya menjadi hening sehingga saya bisa mendengar dengan jelas ucapan ayahku. Disitu saya mencermati  kalimat “saya nikahkan!”. Disitulah saya mulai menggali dan mengingat kembali tentang kalimat “orang tua wajib menikahkan anaknya”. Disitu kemudian saya menarik kesimpulan bahwa “yang dinikahkan” itu adalah anak wanita sementara anak laki-laki itu “menikah” atau seperti “tinggal terima”. Saat menyadari hal tersebut saya merasa terharu karena hal seperti ini hanya terjadi sekali seumur hidup ayahku karena saudaraku yang lain semua laki-laki. Terbayangkan perasaan Ayahku saat menyerahkan putri satu-satu...

Benarkah sinetron jaman dulu (tahun 90-an) lebih bagus dari sekarang?

Benarkah sinetron jaman dulu (tahun 90-an) lebih bagus dari sekarang? Banyak yang berpendapat demikian, baik itu timbul karena pernah merasakan era 90-an maupun dari membaca pendapat orang lain yang bertebaran di internet. Katanya, sinetron jaman dulu lebih berkualitas daripada sinetron jaman sekarang. Benarkah seperti itu? Sayapun termasuk penganut pendapat seperti di atas. Sinetron pada tahun 90-an dan awal 2000-an sangat berkesan buat saya dan menurut saya lebih bagus daripada sinetron jaman sekarang. Saya dahulu sering mengikuti sinetron, sekarang gak ada satupun sinetron yang saya ikuti, adapun kalau nonton hanya sekedar dilihat saja namun tidak mengikuti kisah cerita dari awal sampai akhir. Benarkah demikian ataukah kita yang egois merasa generasi kita yang terbaik? Dari hasil perenungan saya akhir-akhir ini, saya berpikir bahwa mungkin saja kualitas sinetron jaman dulu dan jaman sekarang 80% sama saja. Sinetron jaman dulu tidak sepenuhnya baik dan si...